Harga yang mahal untuk sebuah kesadaran, jangan lupa bahagia ^_^

Harga yang mahal untuk sebuah kesadaran, jangan lupa bahagia ^_^

Penyesalan selalu datang belakangan, kalau datang duluan namanya pendaftaran.
Kira-kira begitulah kisah derita hidup yang tiada akhirnya ini, hmmm.

Ingat

Ingatkah teman-teman, kapan terakhir kali kalian menyesali sesuatu?

Menyesali apapun, seperti, kalau kemarin saya belajar harusnya saya bisa dapat nilai yang lebih baik dari ini atau saya yakin harusnya saya mampu berbuat lebih baik daripada dia atau mungkin kalau dulu saya gak [...] harusnya sekarang saya gk [...] (isi sendiri ayo!)

After all, Everybody make mistakes.

Menarik

Akhir-akhir ini terdapat satu hal menarik yang membuat saya lebih paham mengenai kesadaran, bukan saja melalui buku namun melalui sedikit penelitian menarik (menurut saya menarik sih wkkw), jadi begini:

Sudah satu tahun lebih acara DISPENKASI 30 yang diselenggarakan oleh PAKIN Bandung berlangsung pada tahun 2017 silam. Acara tersebut menghabiskan biaya yang tidak sedikit yang diharapkan bisa mengeluarkan output yang bermanfaat (katanya mah), ya meskipun menurut saya pribadi tujuan inti daripada acara itu sendiri (Indonesia emas misalnya) tidak benar-benar terlaksanakan (dan memang sepertinya bukan itu tujuannya).

Tapi tentu saja, acara sebesar itu tidak berakhir dengan tangan kosong. Melalui acara tersebut terdapat fakta menarik yang terlihat pada saat peserta remaja diminta untuk menuliskan mengenai impian mereka saat ini, impian lima tahun yang akan datang, dan impian mereka yang terbesar. Kira-kira beginilah hasil dari kuisioner tersebut:

Gambar oleh: Confucius.ID
Gambar oleh: Confucius.ID

Dari total 65 responden yang berhasil saya catat, masing-masing responden menyatakan baik itu impian mereka saat ini, impian lima tahun mendatang, dan impian yang terbesar yakni berhubungan dengan: Orang tua, sukses, Kerja favorit, Universitas favorit, Bisnis (ingin jadi pengusaha), Punya rumah, Nilai bagus, Orang terdekat (keluarga, teman), Belajar (menjadi lebih baik lagi), Punya sesuatu (beli pc, motor ninja, lol kwwk).

Melihat hasil kuisioner ini saya cukup tertarik, pasalnya pada saat saya seusia mereka (rentang peserta remaja 12 - 18 tahun) jangankan memikirkan hal seperti itu, yang saya ingat saya hanya membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, hiks sedih memang, hahahaha.

Yang menarik dari data tersebut adalah, sepertinya ajaran Kong Zi cukup berhasil dalam membuat orang untuk Berbakti terhadap orang tua, memotivasi mereka untuk lebih baik (sukses), dan yang terpenting adalah pendidikan.

Kong Zi bersabda, "Ada pendidikan, tiada perbedaan."
Lun Yu Jilid XV:39

Menurut saya pribadi, tidak ada yang aneh dengan impian mereka, secara umum saya bisa bilang bahwa impian mereka adalah untuk membahagiakan diri sendiri dan orang lain, entah bagaimana cara yang akan mereka lakukan (kerja, usaha, dsb). Tapi ternyata ada sesuatu yang menarik saat saya membaca semua isi kuisioner tersebut, hmm..

Think before you do

Sebelum dilanjutkan ke bagian ini, saya ingin berkata bahwa bagian ini lebih tepatnya merupakan komentar saya yang mudah-mudahan bisa membantu teman-teman untuk lebih baik lagi. Dengan segala hormat tidak ada unsur pelecehan ataupun sekadar ingin menertawakan mimpi teman-teman, lebih-lebih saya kagum karena diantaranya sudah ada yang berhasil diraih.

Memiliki pekerjaan yang tidak memerlukan tenaga dan penghasilan besar seperti kerja di bagian IT Konsultan di perusahaan besar.~ Emm etoo.. tidak ada hal yang tidak memerlukan tenaga, semua perlu effort apalagi IT, hehe.

Impian yang ingin dicapai: diterima di SMA Favorit; Impian lima 5 tahun kedepan: menjadi pengganti rossi.
Hmm, asumsinya berarti saat menulis itu masih SMP (maksimal kelas 3), lulus SMA berarti masih 3 tahun lagi, mau latihannya berapa tahun? hehe

Lima tahun kedepan ingin kerja dengan gaji diatas UMR dan saat ini ingin upgrade + build pc + pentab + beli kit cosplay
Anuu,, etoo nee, satu-satu belinya >_<

Impian terbesar ingin jadi youtubers
Ada yang lebih tinggi?

Impian paling besar: bisa menjadi dokter, bisa nolong orang dan membuat ortu bangga, Impian 5 tahun kedepan: bisa bekerja di perusahaan besar.
Mau jadi dokternya gk jadi nih? hehe

Impian: bahagiakan orang tua dengan usaha kita sendiri, misalnya dapat ranking 1 dengan belajar yang giat gak nyontek ke teman.
ciee dicontekin sama temennya mulu yaa? wkwkw

Pencapaian dalam 5 tahun ke depan: Masuk UI, IP cumlaude, IPK cumlaude, Diterima di perusahaan besar, Memulai usaha kreatif milik sendiri, Membahagiakan orang tua.
Ayoo, mau diterima di perusahaan besar atau mulai usaha kreatif sendiri? Atau keduanya? Terus, lulusnya kapan?

Begini.. begini..

Gpp donk, mimpi-mimpi gue ini, suka-suka gue aja, daripada gitu mending urusin diri sendiri aja! Mudah-mudahan gk ada yang mau bilang begini, meskipun sepertinya menarik karena disini sepiiii, ramein lah daripada sepi mah haha.

Begini loh. Dulu waktu pertama kali saya belajar programming program pertama saya adalah aplikasi sederhana buat manajemen perpustakaan (dulu lumayan keren lah pokoknya mah), terus abis selesai bikin program itu, saya mikir begini: kenapa orang mau bayar mahal buat hal yang kyak begini padahal kan gampang bikinnya. it was one of my biggest fault, hahaha.

Tapi nyatanya tidak demikian. Bikin program yang katanya gk perlu tenaga banyak itu nyatanya gk gampang, ada banyak hal yang perlu dikerjain mulai dari tampilan, fungsional, kebergunaan, de el el. Ini yang pertama.

Yang kedua, dulu saya gk mikir mau berapa banyak program yang saya buat,, ya minimal bisa hidup sampai akhir kehidupan ini. Maksudnya? Begini, misal kita bilang harga Program A itu 100 juta. Wow harga yang lumayan besar kan?
Ok fine! Lalu berapa lama waktu yang kita perlu buat bikin program itu? Berapa banyak orang yang harus ngerjain program itu buat memenuhi deadline program itu? Tapi kan.. tapi kan.. bisa dijual lagi ke orang lain! Ya kali kyak jual cabe, begitu? Lalu, cukup buat beli kopi satu bulan? hahaha

Pangeran Ding bertanya, "Adakah sepatah kata yang dapat membangun negeri?
Nabi Kong Zi menjawab, "Kata-kata tidak dapat diringkas sedemikian itu. Semuanya pernah mengucapkan, 'menjadi pemimpin itu sukar, namun menjadi pembantupun tidak mudah' Kalau orang benar-benar mengerti sukarnya menjadi pemimpin, bukankah ini berarti sepatah kata dapat membangun negeri?"

"Adakah sepatah kata yang dapat merobohkan negeri?"
Nabi Kong Zi menjawab, "Kata-kata tidak dapat diringkas sedemikian rupa. Semuanya pernah mengucap, 'Sesungguhnya aku tidak senang menjadi pemimpin, hanya aku senang karena dalam kedudukan ini, kata-kataku tidak ada yang berani membantah' Kalau dalam hal-hal yang baik dan tiada yang berani membantah, memang ini baik pula. Tetapi dalam hal-hal yang tidak baik dan tiada yang berani membantah, bukankah ini berarti sepatah kata dapat merobohkan negeri?"
Lun Yu Jilid XIII:1

Jangan ke bawah terus

Sekarang kita berkata, saya ingin jadi youtubers, saya ingin kuliah di perguruan tinggi favorit, saya ingin keluar negeri, atau saya ingin punya kerjaan yang saya inginkan. Baik, tidak ada yang salah kok dengan hal ini. Tapi ingat, dorongnya ke atas, jangan ke bawah terus! Maksudnya?

Coba kita lihat udah berapa banyak video yang diupload oleh yucuber Indonesia saat ini? Dan coba lihat konten apa aja yang bener-bener laku! Tidak ada yang salah menurut saya pribadi, itu hak masing-masing orang, toh tidak melanggar disclaimer youtube (meskipun saya banyak melihat demikian), tapi sekali lagi, dorongnya ke atas, jangan ke bawah terus! Masih bingung?

Sebenarnya, apa sih harapan dari kuliah di perguruan tinggi favorit? PTN misalnya. Apa dengan kuliah di PTN saya bisa menjadi orang yang lebih baik daripada yang tidak kuliah di PTN? Lebih baik juga punya banyak hal di dalamnya. Apakah saya bisa lebih pintar, lebih kaya-raya misalnya, dan lebih-lebih yang lainnya.

Sekarang kita berkata, saya ingin bekerja di tempat yang enak atau setidaknya lebih baik dari saat ini. Perusahaan multinasional atau perusahaan ternama, misalnya. Ada yang salah dengan ini? Tentu tidak, dari tadi juga gk ada yang salah kok. Cuma ingat, dorongnya ke atas, jangan ke bawah terus!

Gambar dari planet yang jauh disana
Gambar oleh: Confucius.ID

Saya ingin keluar negeri, soalnya di Indonesia gk jelas beginilah pokoknya. Ok, bukan hal yang buruk kok kita mengetahui hal-hal baru di luar sana. Tapi, benarkah demikian? Apa jangan-jangan karena kita tidak berada di dalamnya saja, kita jadi tidak tahu betapa sama saja semua itu?

Kong Zi bersabda, "Cinta Kasih bagi rakyat adalah lebih dari kebutuhannya akan air dan api. Aku pernah melihat orang mati karena masuk ke dalam air atau api, tetapi Aku belum pernah melihat orang mati menempuh Cinta Kasih."
Lun Yu Jilid XV:35

Dorongnya ke atas

Apa kita sudah yakin dengan semua itu? Ya, benar kita harus realistis bahwa mungkin uang yang dihasilkan dengan menjadi yucuber cukup menarik, seperti kita cukup upload video 1-2 menit, kali 10rb video, udah deh duduk manis. Memang benar setidaknya mungkin dengan kuliah di universitas ternama, orang akan melirik dengan lulusan Harvard University lohh. Mungkin memang benar dengan bekerja di perusahaan multinasional karir ataupun keuangan kita akan lancar (sepertinya). Dan, memang tidak dapat dipungkiri bahwa di luar negeri sana, tempatnya lebih indah terlihat (setidaknya begitu yang saya lihat di google street, wkwkwk).

Lalu, apakah teman-teman tidak masalah dengan berakhir seperti itu saja? Membosankan sekali :)

Begini loh, kalau pada dasarnya kita asumsikan bahwa dunia ini tetap (fixed). Lalu bagaimana dengan mereka yang kemudian? Misalnya saja, kalau bumi maksimal bisa menampung 8 milyar orang, lalu bagaimana dengan sisanya yang akan terus terlahir ke bumi ini? Seperti, monopoli konten yucub, maksimal kuota PTN, jumlah karyawan di perusahaan, dan jumlah pekerjaan yang bisa dikerjakan (meskipun seperti dibuat-buat).

Apa cuma itu saja, semuanya?

Seperti yang disebutkan oleh Mihaly dalam bukunya Flow, suatu saat kita akan sampai pada satu titik dimana kita bertanya, apakah semuanya hanya itu saja? Lagipula kita tidak benar-benar tahu kita akan menjadi apa kelak, lalu kenapa tidak berusaha sedikit lebih banyak daripada yang lain?

Kong Zi bersabda, "Dengan makan nasi kasar, minum air tawar, dan tangan dilipat sebagai bantal, orang masih dapat merasakan kebahagiaan di dalamnya. Maka harta dan kemuliaan yang tidak berlandaskan Kebenaran, Bagiku laksana awan yang berlalu saja."
Lun Yu Jilid VII:16

Jangan lupa bahagia!

Kita (termasuk saya) terkadang mengalami kesulitan saat diminta menjelaskan hal yang sebenarnya kelihatan tidak sulit, seperti: Apa yang membuat kamu bahagia (apa ayoo?) atau bahkan diminta menjelaskan hal yang riskan seperti kamu hidup mau ngapain, atau mimpi terbesar kamu apa?

Lagipula, kebahagiaan itu apa? Buat anak sebanyak-banyaknya lalu biarkan mereka yang melanjutkan? hahaa

Manusia cenderung takut menghadapi sesuatu, terlebih yang belum pernah ia alami. Lagi, saya kutip dari Flow, Manusia cenderung menyesuaikan dirinya dengan keadaan yang ada, alih-alih membuat keadaan yang menyesuaikan dirinya.

Kong Zi bersabda, "Banyak orang berkata 'aku pandai', tetapi jika dihalau ke dalam jaring, pikatan, atau perangkap, mereka tidak dapat mengetahui bagaimana harus membebaskan diri. Banyak orang berkata 'aku pandai!' tetapi jika suatu ketika bertekad hendak hidup di dalam Tengah Sempurna, ternyata tidak dapat mempertahankan sekalipun hanya sebulan."
Zhong Yong Bab VI:1

Last but not least

Jadi, berapa banyak harga yang perlu kita keluarkan untuk kesadaran ini?

"Jadi tahulah kita bahwa yang hidup itu berasal dari kepedihan dan penderitaan, dan yang binasa itu karena hanya mau senang gembira saja."
Meng Zi Jilid VI B:15.5

Raka Suryaardi Widjaja

Raka Suryaardi Widjaja

@kokoraka

Raka saat ini bekerja sebagai Software Engineer di perusahaan teknologi pendidikan yang sudah bekerjasama dengan hampir 200an sekolah di Indonesia. Selain itu juga aktif terlibat membangun produk digital dan jasa pembuatan sistem projek pemerintah maupun korporasi.

TulisanIdaman

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya
Sedang memuat..