Teruntuk, Hati dan Jiwa yang tersendiri [edisi spesial] gak ada nomor 7

Teruntuk, Hati dan Jiwa yang tersendiri [edisi spesial] gak ada nomor 7

Kehidupan manusia itu singkat. Setidaknya terlalu singkat jika digunakan untuk melakukan hal-hal yang membosankan setiap harinya. Ya, setidaknya begitulah yang kita mungkin baca di buku panduan untuk hidup yang lebih baik dan mungkin kita sering dengar dari para motivator-motivator ulung itu.

Jarang

Gambar oleh: dev.to
Gambar oleh: dev.to

Banyak manusia yang jarang, hanya melakukan kegiatan yang itu-itu saja setiap harinya. Entah karena hanya tahu hal itu, hanya ingin melakukan hal itu, atau memang terpaksa melakukan hal itu. Grant dalam bukunya Originals berkata bahwa pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan atau rasa takut untuk mengubah kebiasaan yang sudah ada dan kecenderungan itu membawa manusia pada usaha untuk menyesuaikan dirinya dengan keadaan yang ada.

Ya, setidaknya hal ini terjadi pada orang-orang yang berada di dalam lingkaran saya; menyedihkan memang, orang yang kita harap dan yang seharusnya (menurut kita) menjadi cahaya matahari kita malah menjadi black hole yang kalau kita ikut terjatuh ke dalamnya kita akan terjatuh entah berapa dalam jauhnya, sahabat.

Sahabat

Salah satu bagian menarik dari buku Grant tersebut adalah, sebuah review dari seorang pegawai facebook yang berkata, Sahabat adalah orang yang melihat lebih banyak potensi dalam diri anda dibanding yang anda lihat sendiri, sekarang saya paham mengapa saya merasa tidak mempunyai sahabat, hahahhaa.

Oh iya, bagaimana dengan teman-teman? Coba ajukan pertanyaan kecil ke dalam diri kalian.

Apa yang kalian definisikan dengan sahabat? Berapa banyak sahabat yang kalian miliki?
Berapa banyak orang yang memberikan sekadar kata kepada kalian di saat suka maupun duka?
Tidak-tidak, bukan melalui facebook, kartu ucapan line, ataupun pesan singkat; you see?

Bersama

Kalau dalam hal ini, saya juga masih merasa belum baik. Kebiasaan yang melekat dan menjadi tradisi di dalam lingkungan sekitar saya sangat berperan besar rasanya. Atau mungkin, dalam bahasa yang sederhana: Kalau saya tidak peduli kepada anda, anda mungkin tidak penting bagi saya. hahaha saya bercanda, tapi masukan saja ke dalam hati *kaburr..

Tapi sepertinya menyenangkan ya, working together, doing stuff together, growing together, and getting stronger together; instead of doing all those f4ckin stupid jobs all the time ALONE!, eh keceplosan thehe *skipp skipp.

Meng Zi berkata, "Hal mendidik itu banyak caranya. Biarpun aku tidak mau memberinya pengajaran, itu sudah berarti memberi pengajaran juga."
Meng Zi Jilid VI B:16.1

Pagi hari yang lalu saya melihat bapak-bapak paruh baya berjajar bersama di kerumunan dingin pasar pagi hari. Tebak, apa yang mereka lakukan? Bermain mobel lejend, hahaha. Tapi setidaknya ada hal menarik yang saya lihat disana; ada satu perbedaan mendasar mereka dengan hati dan jiwa yang tersesat itu perbedaannya adalah, mereka hidup; setidaknya itulah yang saya lihat!

Bukan hak saya untuk mengatakan bahwa hati dan jiwa seseorang tersesat (saya berharap saya salah), tetapi sayangnya begitulah yang mereka keluhkan di lini masa. Dan, lagi-lagi, saya bukan mengatakan untuk tidak menggunakan teknologi canggih itu; melainkan untuk lebih hidupsehidup-hidupnya!

Benarkah

Kita (saya dan anda, iya kamu yang lagi baca ini) mungkin pernah menjadi bagian dari infinite loops. Memikirkan atau melakukan sesuatu tanpa henti. Mungkin kita sadar kalau hal tersebut tidak ada gunanya, atau mungkin juga tidak. Tetapi yang jelas, kalau kita melakukan hal yang sama, hasil apa yang kita harapkan berubah? Cobalah untuk melakukan hal-hal yang segar dan berani! 

Misalnya saja kalau orang berkata tentang sesuatu, kita coba untuk benar-benar memahaminya, jangan iya-iya saja; barangkali pernyataannya bercela, lebih-lebih sebenarnya ia tidak paham dengan apa yang dilakukannya. Atau yang lebih menyenangkan instead of playing those f4ckin dating apps, get one now, tjhupu!

Kong Zi bersabda, "Belajar tanpa berpikir, sia-sia; Berpikir tanpa belajar, berbahaya!"
Lun Yu Jilid II:15

Tapi satu catatan dari saya (thank to me later), kalau ada masalah, masalahnya yang dihilangin bukan orangnya!
Akhirnya, saya sedikit memahami apa sebetulnya akar dari segala permasalahan yang ada di muka bumi ini, manusia. Coba bayangkan, emm misalnya saja rasio antara permasalahan yang disebabkan oleh manusia dan yang memang seharusnya terjadi (bencana alam misalnya); lebih banyak yang mana? hahaha

"Maka orang tentu sudah menghinakan dirinya sendiri, baharu orang lain menghinakannya. Suatu keluarga niscaya telah dirusak sendiri, baharu kemudian orang lain merusakkannya. Suatu negara niscaya telah diserang sendiri, baharu kemudian orang lain menyerangnya."

"Di dalam Tai Jia tertulis, 'Bahaya yang datang oleh ujian Tuhan Yang Maha Esa dapat dihindari, tetapi bahaya yang dibuat sendiri tidak dapat dihindari.' Ini kiranya memaksudkan hal itu."
Meng Zi Jilid IV A:8

Tidak perlu terburu-buru, tentu kita menikmati hidup; tapi bukan berarti tidak dilakukan ataupun kabur dari masalah. Toh, cepat atau lambat kita akan menjumpai masalah itu, bukan?

Ada?

Kita mulai dari yang paling mudah saja, apa itu? Hal yang paling berharga bagi teman-teman (iya kamu!).

Coba bayangkan dunia ini tanpa siapapun ada disitu, kecuali kamu (pernah lihat film apocalypse seperti Who am I, kan?)
Apa yang akan temen-temen lakuin? Menari-nari sepanjang hari hingga bosan? haha menyedihkan bukan?

Kita mungkin pernah berkata kita adalah orang yang paling miskin, paling sengsara, paling tidak beruntung, paling bodoh, dan paling-paling lainnya di dunia, atau setidaknya merasa demikian. Mungkin benar, mungkin juga tidak.

Ada yang kehilangan tempatnya di dalam keluarga,
Ada yang kehilangan kedua tangan dan kakinya,
Ada yang kehilangan akal sehatnya,
Ada yang kehilangan masa depannya,
Ada juga yang kehilangan hidupnya,
Ada...

Kalau begitu, jadi bunuh dirinya?

Hidup segan, mati tak berani! lagi-lagi saya bercanda, namun masukan saja ke dalam hati, hahahaha.

Tidak perlu menjadi orang lain, jadilah diri sendiri! klasik sekali ya kata-kata ini, tapi saya kira sedikit banyak benar.

Sejujurnya saya banyak melihat bakal designer disney, revolusioner photo studio, full of sense entrepreneur, great father, bahkan diantaranya ada peternak lele hahaha. Tidak percaya? Lalu, kalau diri sendiri tidak mempercayai; siapa yang mempercayai? Pacar kamu yang bilang mau sehidup semati, gak taunya di belakang telat 3 bulan? *peace

"Tadi dikatakan, 'Cita itulah yang utama dan Semangat itulah yang kedua.', mengapakah dikatakan pula: 'Pegang teguhlah Cita dan jangan mengumbar Semangat.'?"
"Cita yang telah menyatu dapat menggerakkan semangat dan Semangat yang telah menyatu dapat menggerakkan Cita. Orang jatuh atau berjalan cepat, itu dikarenakan Semangat, tetapi ternyata mempengaruhi gerak hati atau pikiran."
Meng Zi Jilid II A:2.10

Semangatnya adalah: selanjutnya kita berjumpa adalah semua tentang kesenangan dan kesedihan di dalam hidup kita, tentu harus bersuka-cita, bukan?

Last but not least

Oh iya, tulisan ini merupakan edisi khusus alias spesial.
Kenapa spesial? karena saya berkata demikian! hahaha

Kong Zi bersabda, "Aku pernah sepanjang hari tidak makan dan sepanjang malam tidak tidur merenungkan sesuatu. Ini ternyata tidak berguna, lebih baik belajar."
Lun Yu Jilid XV:31

Raka Suryaardi Widjaja

Raka Suryaardi Widjaja

@kokoraka

Raka saat ini bekerja sebagai Software Engineer di perusahaan teknologi pendidikan yang sudah bekerjasama dengan hampir 200an sekolah di Indonesia. Selain itu juga aktif terlibat membangun produk digital dan jasa pembuatan sistem projek pemerintah maupun korporasi.

TulisanIdaman

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya
Sedang memuat..